2010-04-21

An Hour With Yosef Bernardus Wirian - IS Development Manager BINUS UNIVERSITY

Tanggal 8 April 2010 yang lalu, saya bersama teman kelompok saya berkesempatan untuk mewawancarai IS Development Manager Universitas BINUS. Beliau adalah sosok pimpinan yang ramah dan sangat mendengarkan aspirasi dari bawahannya.

"Staff mau seperti apa, mau menjadi seperti apa. Saya ingin mendengar mereka.
Saya menggali mereka ingin berkembang ke arah mana untuk diri mereka sendiri... Cari tahu kompetensi mereka, apa yang perlu disupport saya support..." (Yosef Bernardus Wirian)


1. Profil :

- Nama : Yosef Bernardus Wirian

- Lahir : Jakarta, 26 Agustus 1984

- Tinggal : Kelapa Gading, Jakarta

- Hobby : menyanyi

- Makanan favorit : daging, sate, steak, tidak suka sayur, tetapi diimbangi dengan buah.

- Olahraga : berenang

- Minuman favorit : Teh botol less sugar.

- Waktu Luang : berenang, nyanyi, les Bahasa Inggris


2. Sejarah Bergabung dengan BINUS :

a. September 2004 : bergabung sebagai Associate Member ATL bertugas untuk membantu staff IT yang bekerja di Binus dan melakukan research teknologi

b. Februari 2005 : menjadi Staff IT yaitu bekerja sebagai programmer

c. Tahun 2006 : menjadi Analyst Programmer

d. Tahun 2008 : menjadi System Analyst

e. Tahun 2009 : menjadi Senior System Analyst

f. Tahun 2010 : menjadi IS Development Manager


3. Pendidikan Terakhir :

Pendidikan terakhir : S1 (BINUS UNIVERSITY) tahun 2007 Jurusan TI – Matematika


4. Project yang Ditangani :

80 – 90 % menangani project dari Bina Nusantara, seperti :

- BINUS UNIVERSITY

- BINUS SCHOOL

- BINUS CENTER

- Direktorat – Direktorat di BINUS seperti :

Marketing, Finance, TM, BINUS SQUARE, WITEL, GAL, Strategic Planning and Corporate Development (SPCD), dan Direktorat IT

a. Project BINUS SQUARE

BINUS sedang membangun tambahan fasilitas yaitu hotel (guest house) dan dormitory (asrama). Ada fasilitas teknologi yang lebih seperti kartu RFID pada barrier pintu masuk. Jika ingin mengaktifkan lift harus pakai kartu. Jika ingin masuk ke area kolam renang juga harus memakai kartu. Dormitory juga menyediakan fasilitas WIFI. Koneksi WIFI akan dijamin seperti menggunakan kabel saja. Untuk hotel (guest house) akan diberikan fasilitas koneksi internet dengan menggunakan kabel dan menggunakan WIFI. Telepon di BINUS SQUARE menggunakan software PBX di mana harus mengintegrasikan PBX dengan sisfo yang digunakan. Hotel dapat digunakan untuk umum. Dormitory diperuntukkan untuk mahasiswa S1. Terdapat juga ruang meeting untuk event – event. Hotel digunakan juga untuk pertukaran pelajar (mahasiswa) dari luar negeri.

Yang dilakukan dalam project BINUS SQUARE antara lain :

- pengerjaan sistem informasi dari BINUS SQUARE,

- dukungan hardware (device), seperti barrier pintu masuk dengan menggunakan kartu RFID. BINUS SQUARE juga menyediakan hotel (guest house) dengan sistem otomatisasi, seperti adanya otomasi seperti pembukaan kartu untuk masuk pintu, masuk lift.

- Mencari vendor – vendor yang berhubungan dengan device tersebut. Untuk sistem pada hotel tidak dibangun sendiri karena membutuhkan waktu yang lama, tetapi mencari sistem yang sudah jadi. Saat ini sedang dalam tahap membandingkan vendor mana yang akan digunakan.

b. BINUS Online Learning

Student tidak belajar di kampus, tetapimengandalkan aplikasi yang diberikan. Student tidak hanya menggunakan aplikasi online tetapi juga aplikasi offline. Sistem diinstall di dalam komputer student. Pada saat offline, data ada di komputer mereka. Saat online, data – data offline akan tersinkronisasi secara otomatis.

Ada yang student yang mengakses aplikasi secara online maupun secara offline,sehingga sinkronisasi data tidak boleh salah karena akan mengganggu metode pembelajaran. Metode pembelajaran harus online 24 jam. Mahasiswa cukup datang kampus di awal dan akhir pertemuan. Di pertengahan pertemuan menggunakan aplikasi (baik offline maupun online). Aplikasi offline digunakan oleh mobile student dan tidak tercover oleh jaringan internet, seperti pramugari jika pergi ke kota berikutnya yang tidak ada jaringan internet. Jadi sebelum pergi ke kota berikutnya tersebut, student bisa melakukan sinkronisasi data terlebih dahulu. Metode sinkronisasi yang dimaksud adalah jika tidak terhubung dengan internet, data akan disimpan ke dalam komputer. Pada saat terhubung (online), data akan otomatis tersinkronisasi.

Aplikasi digunakan juga oleh pihak ketiga (praktisi atau industri) yang telah bekerja sama untuk melakukan pembelajaran (sharing knowledge).

Fitur – fitur yang ada di BINUS Online Learning :

Ada forum, tugas harus disubmit (ada deadline) harus diupload sesuai deadline.

5. As A Leader

Untuk urusan manajemen karyawan, Pak Yosef memberikan komentar sebagai berikut :

”Staff mau seperti apa, mau menjadi seperti apa. Saya ingin mendengar mereka. Mereka mau menjadikan Binus ke arah mana. Apa yang disampaikan staff tidak diambil 100%. Bersama dengan staff – staff yang dipikirkan, saya akan bisa bantu ke arah mana. Dari atas kebawah dan bawah ke atas (bottom up). Saya menggali mereka ingin berkembang ke arah mana untuk diri mereka sendiri. Cari tahu kompetensi mereka, apa yang perlu disupport saya support, perlu biaya training, saya akan coba usahakan. Lebih banyak sharing dan diskusi. Ada keputusan yang harus dijalankan walaupun bertentangan dengan karyawan, tetapi dengan memberikan alasan – alasan kepada karyawan.”

Menurutnya, staff – staff IT itu unik. Orang IT lebih banyak bertemu dengan komputer. Mereka agak lebih sulit untuk bersosialisasi untuk mengutarakan maksudnya. Itu yang lebih sulit daripada ketemu dengan client atau usernya. Tetap harus ada komunikasi dengan customer agar sejalan dalam membawa BINUS. Berjalan bersama dan berkembang besama – sama.

Informasi karyawan didapat dari pembicaraan yang tidak formal saat makan dengan karyawan. Selain itu, informasi didapat juga melalui diskusi non-formal sambil makan all-you-can-eat karena karyawan lebih suka makan. Di luar kantor baru bisa ketahuan kebutuhan karyawan.

Apa yang ingin diinginkan user atau atasan dengan apa yang diucapkan itu berbeda. Mereka tidak bisa mengungkapkan kebutuhan akan IT, sehingga harus menjadi kerja lebih sebelum aplikasi tersebut selesai untuk mengetahui apa yang diinginkan user.

6. Kiat – Kiat Khusus :

Passion, apa yang ingin kita capai dan apa yang ingin kita kerjakan. Passion selalu berawal dari belajar. Saya adalah seorang yang ingin selalu cepat belajar. Jabatan cepat naik adalah sesuatu di luar keinginan saya. Ingin tahu, belajar dari internet, seminar internasional di indonesia dan training – training. Apapun yang dilakukan sesuai dengan passion.”

7. As a Decision Maker :

Pada saat memberikan keputusan yang salah akan menjadi pembelajaran. Kita bisa belajar dari kesalahan dan bisa cari tahu kenapa kita salah, kita dapat lebih banyak informasi dan experience.

No comments:

Post a Comment