e-Broadcasting Institute (eBI) sebagai lembaga independen penyedia layanan teknologi Radio 2.0 menyebut industri radio sudah memasuki revolusi. Dengan teknologi Radio 2.0, siaran radio akan dapat dinikmati pendengar secara analog (AM/FM), digital, internet & mobile (live streaming dan podcasting) dan situs jejaring (facebook, twitter, dll). Substansi teknologi Radio 2.0 adalah memanfaatkan teknologi terkini untuk mendukung semua aspek yang berkaitan dengan radio.
Teknologi Radio 2.0 ini bukan semata-mata radio di internet saja dan bukan hanya cara mendengarkan radio saja yang dikembangkan dengan Radio 2.0. Bagaimana pekerja di stasiun radio berkoordinasi, monitoring pemasang iklan, hingga pengawasan siaran pun dapat dilakukan secara real time. Teknologi tersebut memungkinkan siaran streaming, podcasting, dan semua data yang dibutuhkan stakeholder dapat diperoleh secara online dan real time. Selama ada koneksi internet, pekerja di radio dapat me-manage dan me-monitor seluruh kegiatan siaran, mulai dari perencanaan materi siaran, jadwal iklan, hingga susunan lagu. Semua orang hampir tidak perlu lagi ke studio untuk mengatur siaran, hanya penyiarnya saja yang datang.
Pada radio 2.0, semua data dan input data, bisa real times, terintegrasi, bergerak dinamis. Pada radio 3.0 kelak, sudah dapat diperintah dengan suara Anda. Di bawah Zamrud Technology, eBI sedang menggalang jaringan. Setidaknya 1.000 radio dapat bergabung hingga 2014. Portal suararadio.com, itu memiliki kelebihan bahwa semua radio dapat memuat berita atau kontennya, secara real time tayang (pod casting), pendengar dapat menyimak berita atau konten musik, dari gadget-nya di mana pun berada. Ibaratnya bagaikan kita membaca berita macam di detik.com, tapi di suararadio, mendengarkan berita dalam formats uara. Pemasang iklan di radio di mana pun berada kini dapat memantau iklannya real time, maupun melihat archive jam pemutaran secara nyata. Kecanggihan itu dapat bekerja, karena adanya jantung aplikasi yang diciptakan menggerakkan, berupa aplikasi RISE (Radio Broadcasting Integrated System), sebuah aplikasi yang berguna bagi para radio untuk melakukan otomasi siaran.
Melalui aplikasi RISE di masing-masing radio, mereka mendapatkan kemudahan bagaimana mengelola siaran, mulai lagu yang hendak diputar, berita yang dipancarkan itu semua dapat dilakukan dengan cara remote, termasuk melalui handset mobile phone sang penyiar. Seluruh back office radio, manajemen lagu, konten siaran lain, iklan, bahkan pendataan secara real time, dapat dilihat di manapaun dan kapan pun. RISE telah merevolusi manajemen radio menjadi ke dalam genggaman.
(Diambil dari berbagai sumber)
Teknologi Radio 2.0 ini bukan semata-mata radio di internet saja dan bukan hanya cara mendengarkan radio saja yang dikembangkan dengan Radio 2.0. Bagaimana pekerja di stasiun radio berkoordinasi, monitoring pemasang iklan, hingga pengawasan siaran pun dapat dilakukan secara real time. Teknologi tersebut memungkinkan siaran streaming, podcasting, dan semua data yang dibutuhkan stakeholder dapat diperoleh secara online dan real time. Selama ada koneksi internet, pekerja di radio dapat me-manage dan me-monitor seluruh kegiatan siaran, mulai dari perencanaan materi siaran, jadwal iklan, hingga susunan lagu. Semua orang hampir tidak perlu lagi ke studio untuk mengatur siaran, hanya penyiarnya saja yang datang.
Pada radio 2.0, semua data dan input data, bisa real times, terintegrasi, bergerak dinamis. Pada radio 3.0 kelak, sudah dapat diperintah dengan suara Anda. Di bawah Zamrud Technology, eBI sedang menggalang jaringan. Setidaknya 1.000 radio dapat bergabung hingga 2014. Portal suararadio.com, itu memiliki kelebihan bahwa semua radio dapat memuat berita atau kontennya, secara real time tayang (pod casting), pendengar dapat menyimak berita atau konten musik, dari gadget-nya di mana pun berada. Ibaratnya bagaikan kita membaca berita macam di detik.com, tapi di suararadio, mendengarkan berita dalam formats uara. Pemasang iklan di radio di mana pun berada kini dapat memantau iklannya real time, maupun melihat archive jam pemutaran secara nyata. Kecanggihan itu dapat bekerja, karena adanya jantung aplikasi yang diciptakan menggerakkan, berupa aplikasi RISE (Radio Broadcasting Integrated System), sebuah aplikasi yang berguna bagi para radio untuk melakukan otomasi siaran.
Melalui aplikasi RISE di masing-masing radio, mereka mendapatkan kemudahan bagaimana mengelola siaran, mulai lagu yang hendak diputar, berita yang dipancarkan itu semua dapat dilakukan dengan cara remote, termasuk melalui handset mobile phone sang penyiar. Seluruh back office radio, manajemen lagu, konten siaran lain, iklan, bahkan pendataan secara real time, dapat dilihat di manapaun dan kapan pun. RISE telah merevolusi manajemen radio menjadi ke dalam genggaman.
(Diambil dari berbagai sumber)



No comments:
Post a Comment