2010-05-10

Effective Knowledge Management System

Guna menciptakan KMS yang efektif, yang harus dilakukan adalah melibatkan teknologi sebagai platform dalam mendukung proses knowledge management. Dengan teknologi akan tercipta cara sistemik dalam mengumpulkan, menyebarkan, dan membagi pengetahuan. Teknologi pula yang membuat informasi perusahaan jadi terlembagakan guna menghindari kesalahan serupa, menghindari proses penemuan, mempersingkat siklus belajar, sekaligus memandu penciptaan keputusan berdasar pengetahuan mendalam. Secara konkret, teknologi dalam KMS bisa berbentuk mesin pencari, workflow, enterprise content management, document management system, data warehouse, data mining, data mart, artificial intelligent, expert system, portal, web generasi 2.0, dan seterusnya.

Langkah berikutnya adalah melakukan taksonomi atau deskripsikan dan kelompokkan pengetahuan yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan karena revolusi pengetahuan via Internet sekarang, jelas memerlukan solusi agar pengetahuan mudah dicari karena sudah terstruktur. Dengan taksonomi, akan terbangun istilah atau kosakata standar yang umum digunakan. Secara konkret, caranya adalah dengan mengelompokkan sesuatu yang memiliki kemiripan, melakukan peta pengetahuan, menciptakan kamus istilah, dan seterusnya.

Taksonomi adalah proses yang menegaskan keberhasilan KMS tidak selalu bergantung teknologi canggih yang dipakai. Tapi juga pada posisi taksonomi sebagai jembatan manusia dengan proses, manusia dengan teknologi, dan proses dengan teknologi. Ketiga, menumbuh kembangkan kepedulian karyawan kepada KMS. Dalam survei berjudul State of Knowledge Management in Indonesia pada 2007 terungkap bahwa 64% responden mengaku tidak memiliki budaya berbagi pengetahuan. Sementara 52% responden menyatakan knowledge management yang sudah dibuat, malah jarang digunakan. Dengan situasi ini, maka selain terus berusaha menciptakan budaya berbagi, juga dilalukan upaya memberi penghargaan. Karyawan yang berkontribusi tinggi mengembangkan pengetahuan di perusahaannya sebaiknya diberikan apresiasi internal. Jika cara ini kurang efektif, budaya berbagi ini bisa dimasukkan sebagai bagian penilaian kerja karyawan.

No comments:

Post a Comment