2010-05-10

IT For Knowledge Management in Creative Industry

Knowledge is Power!

Kalimat Sir Francis Bacon di abad ke-16 ini memang tak lekang oleh waktu. Saat ini pun, pengetahuan yang dimiliki seseorang dapat menjadi salah satu kekuatan untuk menentukan posisinya di tengah masyarakat. Hal ini juga berlaku bagi suatu organisasi, bahkan suatu bangsa. Mereka yang menguasai pengetahuanlah yang seringkali menguasai dunia, atau sedikitnya sebagian dari dunia.

Dalam kondisi ekonomi global, pemberdayaan suatu industri tidak akan terlepas dari penguasaan pengetahuan yang terkait dengan bidang industri tersebut. Demikian halnya industri kreatif.

Industri kreatif merupakan industri yang memanfaatkan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan, serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Menurut Departemen Perdagangan, ada 14 bidang yang termasuk dalam cakupan industri kreatif, yaitu periklanan, arsitektur, seni rupa, kerajinan, desain, mode, film, musik, seni pertunjukan, penerbitan, riset dan pengembangan, software, televisi dan radio, serta video game. Industri kreatif tidak hanya berkontribusi bagi negara dalam sektor ekonomi. Industri ini juga dapat mendorong pemeliharaan warisan budaya dan nilai-nilai bangsa lewat karya-karya yang dihasilkan. Lihat saja India dengan film-film Bollywoodnya, atau Jepang dengan animenya. Tak hanya keuntungan ekonomi yang diperoleh, tapi juga kesempatan memperkenalkan budaya bangsanya. Bayangkan apa dampaknya jika negeri kita bisa dikenal lewat industri kreatifnya!

Saat ini penguasaan pengetahuan semakin dimungkinkan oleh kemajuan teknologi informasi, khususnya internet. Sharing pengetahuan tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Sistem yang memungkinkan pengelolaan dan sharing pengetahuan biasa disebut sebagai sistem knowledge management. Sistem ini dapat berupa forum diskusi, digital library, dan sebagainya.

Di Indonesia, sudah ada beberapa situs yang menyediakan informasi berita, penelitian maupun promosi industri kreatif. Ke depannya, situs - situs semacam ini mungkin dapat dikembangkan untuk lebih memfasilitasi pelaku industri kreatif dalam mengeskplorasi pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki, baik dalam proses kreatif mereka maupun dalam menjalani usaha bisnis mereka. Selain itu, mereka juga difasilitasi untuk berinteraksi satu dengan lainnya, saling mendukung dan menolong dalam upaya memajukan industri kreatif Indonesia.

Dengan saling mendukung dan berbagi pengetahuan bersama, siapa tahu suatu saat nanti industri kreatif Indonesia bisa menelurkan sebuah karya yang tidak hanya menambah kekayaan Indonesia, tapi juga mengharumkan nilai Indonesia di mata dunia. (kichong.wordpress.com)

No comments:

Post a Comment